Bupati Gunungkidul Endah Subekti Beri Motivasi di SMKN 1 Wonosari “Kegagalan Adalah Awal Perjuangan Menuju Pemimpin Masa Depan”

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel pagi yang digelar di lapangan SMK Negeri 1 Wonosari pada Senin pagi, 25 Mei 2026. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya ketangguhan mental bagi generasi muda serta peran strategis siswa SMK sebagai pilar masa depan bangsa.

Dalam pidatonya, Bupati Endah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan lingkungan pendidikan di Gunungkidul tetap aman, nyaman, dan ramah anak. Bupati mengingatkan seluruh elemen sekolah untuk waspada terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), serta ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini marak melalui arus informasi di media sosial.

“Kalian harus tumbuh di lingkungan yang memanusiakan satu sama lain. Martabat sebuah bangsa sangat ditentukan oleh cara kita menghargai dan melindungi perempuan serta generasi mudanya,” ujar Bupati di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.

Mengutip pesan proklamator Bung Karno dalam buku Sarinah, Bupati mengingatkan bahwa perempuan adalah tiang negeri. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah negara sangat bergantung pada kualitas kaum perempuannya.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus bagi para siswa perempuan di SMKN 1 Wonosari, menyebut mereka sebagai calon pencetak generasi cerdas berdasarkan riset genetik yang menunjukkan kecerdasan anak berasal dari ibunya.

Kisah Inspiratif: Dari Cadangan Nomor Tiga Hingga Menjadi Bupati
Momen yang paling menyedot perhatian adalah saat Bupati membagikan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Beliau mengungkapkan fakta sejarah bahwa pada tahun 1992, dirinya sempat mendaftar di SMK Negeri 1 Wonosari namun gagal karena berada di posisi cadangan nomor tiga.

“Saya menangis saat keluar dari sekolah ini dulu. Namun, kegagalan itu tidak mematahkan semangat saya,” kenangnya. Bupati kemudian bersekolah di SMK Muhammadiyah dengan perjuangan fisik yang luar biasa, yakni berjalan kaki pulang-pergi sejauh 14 kilometer setiap hari demi menghemat biaya karena berasal dari keluarga besar delapan bersaudara.

Lulus tahun 1994, ia tidak langsung melanjutkan kuliah, melainkan bekerja terlebih dahulu sebagai distributor alat tulis elektronik untuk menabung. Baru pada tahun 1998, ia mampu membiayai kuliahnya sendiri di STIE YKPN.

Bupati juga membagikan jatuh bangun karier politiknya, termasuk kekalahan dalam pemilu legislatif dan Pilkada, sebelum akhirnya berhasil menjadi Ketua DPRD perempuan pertama di Gunung Kidul dan kemudian menjabat sebagai Bupati. Beliau menyebut proses ini sebagai bagian dari “kesabaran revolusioner”.

Menutup arahannya, Bupati Endah menitipkan pesan agar para siswa mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang memiliki akhlakul karimah, adil, dan bijaksana. Hal ini penting mengingat mereka adalah pemegang estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.

“Perjuangan sekarang lebih sulit karena kalian harus berkompetisi dengan bangsa sendiri. Jangan pernah menyerah, teruslah belajar untuk menebus setiap kegagalan dengan prestasi,” pungkasnya.

Kegiatan apel pagi tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Balai Pendidikan Menengah, serta jajaran Forkopimkap Kapanewon Wonosari.

Leave Your Comment